Pages


Jumat, 18 Januari 2013

laporan usahatani : packcoy


LAPORAN
USAHATANI
“PACKCOY
logo UB baru.jpg












1.             Tiffany Rahma A  115040100111155
2.             Susi Susanti            115040100111024
3.             Tiara Shahnaz I    115040100111019
4.             Vika Sari                115040101111165
5.             Tamsil Aris W       115040100111098

PROGAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2012



PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang
Indonesia merupakan negara agraris yang mana sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani. Tidak heran jika bentangan dan hamparan sawah terlihat dimana-mana. Namun seiring bertambahnya tahun, ketersediaan lahan berkurang dan semakin sempit karena adanya alih fungsi lahan untuk pembangunan. Maka daripada itulah sebagai jalan alternatif, petani harus pandai-pandai memanfaatkan lahan sempit seefektif mungkin. Salah satu caranya dengan pengolahan lebih lanjut pada tingkat pasca panen. Mungkin tidak semua petani yang mampu dan bersedia melakukan cara alternatif ini, tetapi jika hal ini dapat dikuasai maka keuntungan lebih bisa didapat. Pemanfaatan dari keseluruhan alur tersebut dapat dipelajari pada ilmu usahatani.
Ilmu usahatani adalah ilmu yang mempelajari bagaimana seorang petani mengalokasikan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien untuk memperoleh keuntungan yang tinggi pada waktu tertentu. Dengan adanya pengetahuan dapat dimanfaatkan petani agar lebih mengerti tentang pengolahan komoditas yang dihasilkan mulai dari hulu sampai hilir. Usahatani ini dapat diterapkan dimana saja, baik pedesaan maupun perkotaa. Pada daerah pedesaan, kegiatan pertanian merupakan kegiatan yang lumrah dilakukan. Kondisi ini berbeda dengan daerah perkotaan yang jarang ditemukannya kegiatan pertanian. Hal ini dipengaruhi karena lahan yang terbatas dan keengganan dari warga setempat untuk bercocok tanam. Padahal dengan bercocok tanam warga dapat memanfaatkan barang-barang bekas sebagai media tanam dan mengurangi jumlah polusi udara.
Dengan adanya pemeliharaan dan pengolahan yang baik hasil dari bercocok tanam tersebut dapat dimanfaatkan sendiri atau bisa dijual untuk menambah penghasilan. Oleh karenanya pembelajaran tentang ilmu usaha tani perlu perlu dipahami, bukan saja oleh petani tetapi juga bagi orang-orang yang ingin berkecimpung pada kegiatan pertanian. Sebagai negara agraris hendaknya hal ini dapat diperhatikan karena pada dasarnya negara Indonesia memiliki kekayaan komoditas yang dapat dimanfaatkan keberadaanya.
1.2     Tujuan
Dengan adanya makalah ini maka dapat disimpulkan bahwasanya makalah ini memeliki tujuan penulisan, antara lain:
a)      Untuk mengetahui tentang pengertian ustan
b)      Untuk memahami tentang rumus-rumus dan analisis data sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan
c)      Untuk lebih memahami tentang komoditas-komoditas yang telah dikembangkan

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Usahatani
 Usahatani adalah ilmu yang mempelajari bagaimana seseorang mngusahakan dan mengkoordinir faktor-faktor produksi berupa lahan dan alam sekitarnya sebagai modal sehingga memberikan manfaat yang sebaik-baiknya. Sebagai ilmu pengetahuan, ilmu usahatani mrupakan ilmu yang mempelajari cara-cara petani menentukan, mengorganisasikan, dan mengkoordinasikan penggunaan faktor faktor produksi seefektif dan seefisien mungkin sehingga usaha tersebut memberikan pendapatan semaksimal mungkin.
Beberapa definisi usahatani menurut para ahli :
1.      Menurut Daniel
Ilmu usahatani merupakan ilmu yang mempelajari cara-cara petani mengkombinasikan dan mengoperasikan berbagai faktor produksi seperti lahan, tenaga, dan modal sebagai dasar bagaimana petani memilih jenis dan besarnya cabang usahatani berupa tanaman atau ternak sehingga memberikan hasil maksimal dan kontinyu.
2.    Menurut Efferson

Ilmu usahatani merupakan ilmu yang mempelajari cara-cara mengorganisasikan dan mengoperasikan unit usahatani dipandang sudut efisien dan pendapatan yang kontinyu.

3.      Menurut Vink
Ilmu usahatani merupakan ilmu yang mempelajari norma-norma yang digunakan untuk mengatur usaha tani agar memperoleh pendapatan yang setinggi-tingginya.

4. Menurut Prawirokusumo
Usahatani merupakan ilmu terapan yang membahas atau mempelajari bagaimana membuat atau menggunakan sumberdaya secara efisien pada suatu usaha pertanian, peternakan, atau perikanan. Selain itu, juga dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari bagaimana membuat dan melaksanakan keputusan pada usaha pertanian, peternakan, atau perikanan untuk mencapai tujuan yang telah disepakati oleh petani/peternak tersebut.

Dari berbagai definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan melalui produksi pertanian yang berlebih maka diharapakan memperoleh pendapatan tinggi. Dengan demikian, harus dimulai dengan merencanakan untuk menentukan dan mengkoordinasikan penggunaan faktor-faktor produksi pada waktu yang akan datang secara efisien sehingga dapat diperoleh pendapatan yang maksimal. Dari definisi tersebut juga terlihat ada pertimbangan ekonomis di samping pertimbangan teknis

2.2 Analisis Usahatani
Dalam tiap jenis usaha produksi ( uasahatani), selalu terdapat hubungan antara input (masukan ) dan output (hasil).hubungan itu sering disebut dengan “hubungan fungsional” antara input dan output.
Beberapa definisi tentang banyak makna atau artinya biaya usahatani, diantaranya:
a)      Merupakan pegangan untuk menemukan landasan utama dalam menyusun rencana pengelolaan dan anggaran usahatani.
b)      Merupakan petunjuk penentuan saat yang tepat guna mengadakan perubahan – perubahan dalam usahatani
c)       Merupakan arah guna menemukan cara untuk mengadakan perbandingan kemajuan – kemajuan yang tercapai dalam usahatani itu sendiri (perbandingan vertikal atau keatas) atau perbandingan antara usahatani yang satu dengan yang lain (perbandingan horizontal atau mendatar.
Jika  demikian maka dapat dikatakan bahwa hubungan funfsional antara input dan output itu merupakan landasan utama dari rencana pengelolaan dari anggaran usahatani. Karenanya maka unsur – unsur dari input (masukan) dan output (hasil) itu harus jelas cara menghitungnya.
Dalam hal tertentu, biaya adalah seperti apa yang kita pikirkan. Seperti semua gambaran usahatani lainnya, biaya jelas dan mudah diukur (seperti uang tunai yang keluar dari kantong) sedangkan lainnya merupakan hal yang tersembunyi ( biaya non tunai seperti mesin yang akan habis dalam beberapa tahun , tetapi susut secara perlahan-lahan) dan hanya diduga secara kasar.
            Biaya usahatani itu sendiri mempunyai arti semua pengeluaran yang dipergunakan dalam suatu usahatani. Biaya usahatani biasanya diklasifikasikan menjadi dua, yaitu :
a)      Biaya tetap (fixed cost)
Yaitu seluruh biaya yang tidak langsung berkaitan dengan jumlah tanaman yang dihasilkan diatas lahan ( biaya ini harus dibayar apakah menghasilkan sesuatu atau tidak, termasuk didalamnya sewa lahan, pajak lahan, pembayaran kembali pinjaman, biaya hidup).
Biaya tetap kadang-kadang disebut overhead adalah biaya-biaya yang dalam batas tertentu tidak berubah ketika tingkat kegiatan berubah. Jadi, kenaikan penggunaan lahan sebanyak 20% untuk suatu jenis tanaman, atau jumlah ternak, tidak meningkatkan biaya tetap. Apabila kenaikan sebesar 100% sekalipun, akan meningkatkan biaya tetap.
Pada kebanyakan usahatani, biaya-biaya tetap tidak terlalu banyak berubah mengikuti tingkat atau campuran perubahan kegiatan kecuali, tentu saja kenaikan karena pertambahan biaya.
http://2.bp.blogspot.com/-4530S4jPPq8/T21Yt5HoDwI/AAAAAAAAAFk/DUxKXjm2x7g/s1600/KURVA1.bmp




Kurva Biaya Tetap
Biaya tetap total (TFC) dilukiskan sebagai garis lurus (horizontal) sejajar dengan sumbu kuantitas. Hal ini menunjukkan bahwa berapapun jumlah out­put yang dihasilkan, besarnya biaya tetap total (TFC) tidak berubah yaitu sebesar n.
b)     Biaya tidak tetap (variable cost)
Yaitu seluruh biaya yang secara langsung berkaitan dengan jumlah tanaman yang diusahakan dan dengan input variabel yang dipakai (misalnya penyiangan, tenaga kerja, pupuk, bibit).
Biaya variabel juga dikenal sebagai biaya-biaya langsung. Biaya-biaya ini berubah-ubah mengikuti ukuran dan/atau tingkat output suatu kegiatan. Misalnya, jika lahan yang ditanami suatu komoditas diperluas 50%, maka bibit, pupuk, dan tenaga kerja  juga akan bertambah (walaupun tidak harus 50%).
Upaya untuk mengidentifikasi biaya-biaya variabel suatu kegiatan dimaksudkan untuk memberikan gambaran kepada petani mengenai besarnya perubahan biaya jika memperluas atau mengontrak kegiatan apapun.
http://1.bp.blogspot.com/-4jtPazEYrYE/T21ZRlDBogI/AAAAAAAAAFs/vuXq0tmBeaU/s320/KURVA2.bmp





Kurva Biaya Variabel

Gambar yang menunjukkan bahwa kurva biaya variabel total terus menerus naik. Jadi semakin banyak output yang dihasilkan maka biaya variabel akan semakin tinggi.
Adapun macam-macam perhitungan dalam usahatani adalah sebagai berikut :
1.      Perhitungan Biaya
TC = f (sewa tanah, tenaga kerja, pupuk. Bibit, pestisida )
TC = TFC + TVC
Dalam hal ini semua biaya diatas dijumlahkan, sehingga diketahui total cost

Masing-masing biaya dapat dihitung rata-ratanya yaitu tiap jenis biaya tersebut tersebut dibagi dengan jumlah produk yang dihasilkan (Q), yaitu:
ž  Biaya tetap rata-rata/average fixed cost (AFC)
            AFC = TFC/Q
ž  Biaya variabel rata2/average variabel cost (AVC)
            AVC = TVC/Q
ž  Biaya total rata-rata/average total cost (ATC)
            ATC = TC/Q

2.      Perhitungan penerimaan
Penerimaan usahatani adalah perkalian antara produksi yang diperoleh dengan harga jual. Penyataan tersebut dapat dinyataan dalam rumus sbb:
      TR = Y x Py
Dimana:           TR: Total penerimaan
Y : Produksi yang diperoleh dalam usahatani
                        Py: Harga Y

3.      Perhitungan pendapatan
Pendapatan kotor/penerimaan total adalah nilai produksi komoditas pertanian secara keseluruhan sebelum dikurangi biaya produksi.  Pendapatan usahatani dapat dirumuskan sbb:
Pd = TR – TC
        TR= Y.Py
        TC= FC + VC

Dimana:
            Pd        :Pendapatan usahatani
            TR       :Total Penerimaan (total revenue)
            TC       :Total biaya (total cost)
            FC       :Biaya tetap (fixed cost)
            VC      :Biaya variabel (variabel cost)
            Y         :Produksi yang diperoleh dalam suatu usahatani
            Py        :Harga
4.      R/C Ratio
Analisis return cost (R/C) rasio merupaan perbandingan(rasio/nisbah) antara penerimaan (revenue) dan biaya(cost).  Penyataan tersebut dapat dinyatakan dalam rumus sbb:
 a = R/C
 R = Py x Y
 C = FC + VC
 a = Py x Y(FC+VC)
Dimana:
 a = R/C ratio                          Py = Harga output
 R = Penerimaan (Revenue)    Y  = output
 C = biaya (cost)                      FC=biaya tetap(fixed cost)
Kriteria keputusan;
R/C>1, usahatani untung
R/C<1, usahatani rugi
R/C=1, usahatani impas(tidak untung dan tidak rugi)

5.      B/C Ratio

Analisis benefit cost(B/C) ratio merupaan perbandingan (rasio atau nisbah) antara manfaat benefit dan biaya(cost).
R/C ratio  = Penerimaan   Biaya

Kriteria keputusan :
B/C>1, Usahatani menguntungkan(tambahan            manfaat/penerimaan lebih besar dari tambahan             biaya)
B/C<1, usahatani rugi(tambahan biaya lebih besar dari          tambahan penerimaan)
B/C=1, Usahatani impas(tambahan penerimaan sama dengan           tambahan biaya)

2.3 Profil Packcoy
Salah satu jenis sawi yang mulai banyak di kenal adalah pakcoy (Brasicca Rapa L) yaitu sayuran yang termasuk keluaraga Brassicaceae atau sejenis kubis-kubisan. Sawi yang berbentuk sendok atau Pakcoy sendiri di kenal berasal dari daratan Cina. Daun pakcoy bertangkai berbentuk oval, berwarna hijau tua dan mengkilat, tumbuh agak tegak dan tersusun berimpitan secara spiral.
Sayuran sawi sendok atau pakcoy ini banyak di temui di daerah Lembang jawa barat, suhu yang dingin menghasil-kan kualitas sayuran pakcoy yang lebih baik.  Tanaman pakcoy sendiri dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi dan dapat di tanam sepanjang musim, jika terjadi musim kemarau pemberian air secara teratur perlu di perhatikan meskipun suhu udara cukup tinggi namun dengan kecukupan air sayuran pakcoy akan bisa tumbuh  meskipun tetap tidak bisa sebaik hasil dari dataran tinggi dengan suhu dingin.Dapat di panen dari usia 45 hari (baby pakcoy) hingga usia 2.5bulan setelah usia tanam
Tanah yang cocok untuk di tanami sawi adalah tanah gembur, banyak mengandung humus, subur serta pembuangan air yang baik, derajat keasaman tanah (pH) antara pH6 sampai pH7. Tanaman sawi adalah salah satu tanaman yang bisa di budidayakan dengan menggunakan media aquaponic yaitu media yang bersimbiosis mutualisme dengan kolam ikan.
Jenis sayuran ini banyak berguna bagi manusia karena kandungan gizi-nya dan di percaya bisa mengurangi gejala osteoporosis karena kandungan Kalsium-nya yang tinggi. Banyak di gunakan untuk campuran mie ayam atau nasi goreng, di tumis, untuk lalapan dan lain-lain.
Sayuran berdaun hijau ini termasuk tanaman yang tahan terhadap air hujan, dan dapat dipanen sepanjang tahun tidak tergantung dengan musim. Disamping kemudahan dalam proses budidaya, sayur sawi juga banyak dijadikan sebagai peluang bisnis karena peminatnya yang cukup banyak. Permintaan pasarnya juga cukup stabil, sehingga resiko kerugian petani sangat kecil.
Untuk membudidayakan sawi pakcoy, sebaiknya pilih daerah yang memiliki suhu 15-30° celcius, dan memiliki curah hujan lebih dari 200 mm/bulan. Sehingga tanaman ini cukup tahan untuk dibudidayakan di dataran rendah. Tahapan budidaya sawi pakcoy di dataran tinggi dan di dataran rendah juga tidak terlalu berbeda, yaitu meliputi penyiapan benih, pengolahan lahan, teknik penanaman, penyediaan pupuk dan pestisida, serta proses pemeliharaan tanaman.
a) pembibitan
·         Benih ditabur pada permukaan bedengan lalu ditutup dengan tanah setebal 1-2 cm
·         Lakukan perawatan dengan penyiraman menggunakan sprayer atau embrat
·         Benih yang baik biasanya akan tumbuh setelah 3-4 hari
·         Setelah berdaun 3-5 helai (3-4 MST) tanaman dipindah ke bedengan penanaman
b) pengolahan lahan
·         Tanah digembur serta dibuat bedengan, sebelum lahan harus benar-benar bersih dan tidak boleh ternaungi
·         Saat penggemburan diberi pupuk kandang sebagai pupuk dasar
·         Penggemburan dilakukan 2-4 minggu sebelum lahan ditanam
·         Lebar bedengan 120 cm, panjang sesuai ukuran petak tanah, tinggi 20-30 cm dan jarak antara bedengan 30 cm
·         Dosis dan waktu aplikasi pemupukan
umur
Urea
ZA
Sp36
Kcl
Target Ph

Kg/ha/musim tanam
6.5
Perplant
187
311
311
112
-
4MST
187


112
-
 MST= Minggu Setelah Tanam

c)      Penanaman
·         Pilih bibit yang baik, yitu batangnya tumbuh tega, daun hijau segar dan tidak terserang hama atau penyakit
·         Buat lubang tanam dengan ukuran 4-8 x 6-10 cm, pindahkan bibit ke lubang tanam dengan hati-hati dan rapikan
d)     Pemeliharaan
·         Penyiraman dilakukan secara teratur, terutama pada musim kemarau
·         Penjartangan boasanya dilakukan pada saat 2 MST
·         Penyulaman jika perlu
·         Penyiangan dapat dilakukan 2-4 kali selama pertanaman
·         Pemupukan tambahan pada saat 3 MST dengan pemberian urea 50kg/ha, yang bisa dilakukan dengan ditaburdalam larikan lalu ditutup dengan tanah atau dilarutkan dalam air lalu disiram pada bedengan penanaman
e)      Hama dan peenyakit
·         Hama yang biasanya menyerang tanaman, antara lain: ulat, tritip, siput, cacing bulu, ulat crocidolomia binotalis dan ulat thepa javanica
·         Penyakit yang biasanya menyerang ialah bakteri, virus, jamur dan gangguan fisiologi yang bisa saja terjadi
·         Hama dan penyakit tanaman dapat dikuasai dengan mudah antara lain dengan pemberian obat tertentu pada saat yang tepat
f)    Manfaat pak coy
·         Cegah osteoporosis
·         Memiliki asam folat yang berguna untuk ibu hamil
·         Memiliki serat unggul dan kaya mineral untuk menurunkan kadar kolesterol dan gula darah
·         Untuk mencegah kanker
·         Turunkan LDL dan naikkan HDL
Komposisi gizi
Zat Gizi
Kadar
AKG (%)
Densitas Gizi
Worlds Healthiest Foods Rating
Vitamin K
(mkg)
419,3
524,1
449,2
Excellent
Vitamin A
(iu)
4243,4
84,9
72,7
Excellent
Vitamin C
(mg)
35,42
59,0
50,6
Excellent
Folat (mkg)
102,76
25,7
22,0
Excellent
Mangan (mg)
0,38
19,0
16,3
Excellent
Vitamin E (mg)
2,81
14,1
12,0
Excellent
Triptofon (g)
0,04
12,5
10,7
Excellent
Serat pangan (g)
2,8
11,2
9,6
Excellent
Kalsium (mg)
103,6
10,4
8,9
Very good
Kalium (mg)
282,8
8,1
6,9
Very good
Vitamin B6 (mg)
0,14
7,0
6,0
Very good
Protein (g)
3,16
6,3
5,4
Very good
Tembaga (mg)
0,12
6,0
5,1
Very good
Fosfor (mg)
57,4
5,7
4,9
Very good
Besi (mg)
0,98
5,4
4,7
Very good
Vitamin B2 (mg)
0,09
5,3
4,5
Very good
Magnesium (mg)
21
5,3
4,5
Very good
Vitamin B1 (mg)
0,06
4,0
3,4
Good
Vitamin B3 (mg)
0,61
3,0
2,6
Good
Keterangan: AKG=Angka Kecukupan Gizi



PEMBAHASAN

3.1  Analisis Laporan Keuangan

-          Harga tanah
Tanah 4 Pick Up digunakan untuk mengisi 1000 polybag. Jika harga tanah 1 Pick Up adalah Rp 150.000,00 Maka:
Harga tanah 1 polybag adalah: (Rp 150.000,00 x 4) / 1000 =  Rp 600,.
Harga tanah 10 polybag adalah : Rp 600,. x 10 = Rp 6.000,.

-          Harga Pupuk
Pupuk 40 kg harganya Rp. 22.000,. Sedangkan 1 polybag membutuhkan 1 kg pupuk. Maka :
Harga pupuk dalam 1 polybag : (Rp.22.000,./40) = Rp 550,.
Harga pupuk dalam 10 polybag : (Rp 550,. x 10 = Rp 5.500,.

-          Harga Benih
Komoditas Pakcoy Hijau, 1 sachet benih 20 gram harganya Rp 12.000.,
Sedangkan jumlah kelompok satu angkatan yang menanam Pack Coy sebanyak 26 kelompok.Sehingga dapat di hitung : 12000/26 = 461,53.
Dengan demikian untuk 200 benih yang di tanam per kelompok harnganya kurang lebih Rp.450,.

-          Harga Polybag
Harga untuk 10 polybag yang digunakan yaitu RP 4.250

-          Harga sekam
Sekam yang digunakan sebagai media penyemaian, harganya Rp 5000,. per bungkus.

-          Air dan listrik
Biaya penggunaan air diasumsikan Rp 3.000, selama proses produksi

-          Transportasi
Biaya transportasi sekali kunjungan adalah Rp 5.000,..
Biaya transportasi sekali kunjungan untuk 3 buah sepeda motor yang digunakan adalah Rp 5.000,. x 3 = Rp 15.000,.
Dalam seminggu dilakukan 2 kali kunjungan , = Rp 15.000,.
Jika telah melakukan kunjungan sebanyak 9 kali maka : Rp.15.000 x 9 = Rp 135.000

-          Tenaga kerja
Biaya Tenaga kerja adalah setiap kunjungan membutuhkan waktu rata-rata 2 jam dengan frekuensi 2 kunjungan per minggu jadi,
= (Rp 2.500,. x 2 jam) = Rp.5.000/anak/kunjungan
 Kemudian dalam seminggu dilakukan  2 kali kunjungan = Rp 10.000,. per anak/minggu.
Jadi biaya tenaga kerja untuk 5 orang anak yaitu Rp 5000,. x 5 = Rp 25.000,./anak/kunjungan
Dengan demikian bila telah melakukan kunjungan sebanyak 9 kali maka :
 Rp.25.000  x 9 = Rp.225.000

45 hari x 5 menit  = 225  menit
225 menit : 60 menit = 3,75 jam
Rp.2.500 x 1 (Bapak nya) = Rp 2.500,-


Tabel Akumulasi biaya per kunjungan
Waktu
Kegiatan
Nilai
29 - 09 - 2012
Penyemaian benih
-          Tenagakerja
-          Benih
-          Sekam
-          Tanah
-          Polybag
-          Air dan listrik
-          Transportasi
-          Pupuk

Rp. 25.000/5 orang
Rp. 400
Rp 5.000
RP 6.000/10 polybag
RP 4.250
Rp 3.000
Rp 15.000/kunjungan
Rp 5.500
4 – 10 – 2012
Perawatan
-          Transportasi
-          Tenagakerja
-          Air dan listrik

Rp 15.000/kunjungan
Rp. 25.000/5 orang

8  - 10 - 2012
Penyemaian benih
-          Transportasi
-          Tenagakerja
-          Air dan listrik

Rp 15.000/kunjungan
Rp. 25.000/5 orang

11 – 10 - 2012
Perawatan
-          Transportasi
-          Tenagakerja
-          Air dan listrik

Rp 15.000/kunjungan
Rp. 25.000/5 orang

13 – 10 – 2012
Perawatan & Pemupukan
-     Pupuk
-     Transportasi
-          Tenagakerja
-     Air dan listrik


Rp 15.000/kunjungan
Rp. 25.000/5 orang

15 – 10 – 2012
Perawatan
-          Transportasi
-          Tenagakerja
-          Air dan listrik

Rp 15.000/kunjungan
Rp. 25.000/5 orang

18 – 10 - 2012
Perawatan
-          Transportasi
-          Tenagakerja
-          Air dan listrik

Rp 15.000/kunjungan
Rp. 25.000/5 orang

24 – 10 – 2012
Perawatan
-          Transportasi
-          Tenagakerja
-          Air dan listrik

Rp 15.000/kunjungan
Rp. 25.000/5 orang

5 -11 - 2012
Pengukuran, Perawatan dan Pemupukan
-          Transportasi
-          Tenagakerja
-          Air dan listrik
-          Pupuk



Rp 15.000/kunjungan
Rp. 25.000/5 orang





No.
Uraian
vol
Nilai (Rp)

Biaya Variabel


1
Benih
200 biji
450
2
Pupuk
10 kg
5.500
3
Tenaga kerja
5 orang
225.000
4
Air + Listrik

3000
5
Transportasi
3 motor
135.000

Biaya Tetap


6
Tanah

6.000
7
Polybag
10 buah
4.250







DAFTAR PUSTAKA

Anonymousa.2012.Definisi Usahatani. http://cerdaswakatobi.blogspot.com/2011/06/definisi-ilmu-usahatani.htm di akses pada 5 November 2012
Anonymousb.2012.Usahatani Kangkung. http://fhancu.blogspot.com/ di akses pada 5 November 2012
Viena.2012.Sayuran Packcoy (sawi). http://viena-homegardening.blogspot.com/2012/06/sayuran-pakcoy-sawi.html di akses pada 5 November 2012

2 komentar:

Posting Komentar