Pages


Selasa, 25 Februari 2014

Pengertian dan Ruang Lingkup Manajemen Operasi dan Produksi

TUGAS KULIAH MODUL 1
MANAJEMEN PRODUKSI DAN OPERASI
 “Pengertian dan Ruang Lingkup Manajemen Operasi dan Produksi”


  

  
Oleh :
Kelompok 3 Kelas I
Susi Susanti                           (115040100111024)
Iwan Haryono                       (115040100111116)
Wiwik Fitriani                       (115040101111060)
Yani Misrotin                        (115040101111177)
Abednego Abrian P.             (115040107111013)
YuliAlfiatulI’sadah                (115040113111005)


PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2014

Bagi perusahaan jenis apapun, baik yang bergerak dalam manufaktur maupun jasatentulah menyadari bahwa kelangsungan hidup perusahaan lebih penting daripadasekedar laba yang besar. Sekalipun untuk dapat terus bertahan (Going Concern),perusahaan memerlukan keuntungan yang cukup. Selanjutnya untuk mendapatkankeuntungan tersebut, produk yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan serta kepuasan konsumen (harga, kualitas, pelayanan, dsb.). Salah satu ujung darimasalah ini adalah proses produksi yang harus baik dalam arti yang luas, agar outputyang dihasilkan baik berupa barang atau jasa, dapat mendukung kelangsungan hidupperusahaan.
Di satu sisi setelah proses produksi dan kehidupan perusahaan berjalan yang dengan baik,perusahaan perlu menjaganya dengan baik, mengingat menjaga lebih sulit dari pada saatmendirikannya. Dengan demikian proses dan kegiatan produksi sebagai dapurnya perusahaan perlu dipelajari dengan seksama dan sungguh-sungguh sehingga sebuahperusahaan memiliki devisi produksi yang solid dan dapat dipercaya sebagai tulangpunggung kelangsungan hidup perusahaan.
Seperti di ketahui manajemen pada dasarnya merupakan proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan perencanaan pengorganisasian pengarahan dan pengendalian yang dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi. Sejalan dengan itu maka manajemen produksi dan operasi merupakan proses pengambilan keputusan didalam usaha untuk menghasilkan barang atau jasa sehingga dapat sasaran yang berupa tepat waktu, tepat mutu, tepat jumlah dengan biaya yang efisien, oleh karena itu manajemen produksi dan operasi mengkaji pengambilan keputusan dalam fungsi produksi dan operasi.
Pelaksanaan kegiatan manajemen merupakan tanggung jawab seorang manajer diartikan sebagai orang yang bertanggung jawab lebih besar dari pada apa yang dia dapat lakukan sendiri. Sehingga membutuhkan bantuan orang lain dalam mencapai tujuan organisasi, sedangkan manajer produksi dan operasilah yang akan menentukan keberhasilan organisasi perusahaan sebagai produsen yang baik, selanjutnya keberhasilan usaha suatu perusahaan dalam mencapai tujuan dan sasarannya ditentukan oleh kemampuan manajer produksi dan operasi, serta kemampuan manajer pemasaran dan manajer keuangan disamping kemampuan manajemen puncak atau direksi untuk menciptakan hasil sinergi dari seluruh kegiatan bersama perusahaan.

A.  Pengertian Manajemen Operasi dan Produksi
Dalam melaksanakan produksi suatu perusahaan, diperlukan suatu manajemen yang berguna untuk menerapkan keputusan-keputusan dalam upaya pengaturan dan pengkoordinasian penggunaan sumber daya dari kegiatan produksi yang dikenal sebagai manajemen produksi atau manajemen operasional. Berikut ini adalah definisi manajemen operasi dan produksi yang dikemukakan oleh beberapa ahli, antara lain :
a)    Menurut Jay Heizer dan Berry Rander (2009:4), manajemen operasional adalah serangkaian aktivitas yang menghasilkan nilai dalam bentuk barang dan jasa dengan mengubah input menjadi output.
b)   Menurut Eddy Herjanto (2007:2), manajemen operasional adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan pembuatan barang, jasa dan kombinasinya, melalui proses transformasi dari sumber daya produksi menjadi keluaran yang diinginkan.
c)    Menurut William J. Stevenson (2009:4), manajemen operasional adalah sistem manajemen atau serangkaian proses dalam pembuatan produk atau penyediaan jasa.
d)   Menurut Richard L. Daft (2006:216), manajemen operasional adalah bidang manajemen yang mengkhususkan pada produksi barang, serta menggunakan alat dan teknik khusus untuk memecahkan masalah produksi.
e)    Menurut James Evans dan David Collier (2007:5), manajemen operasional adalah ilmu dan seni untuk memastikan bahwa barang dan jasa diciptakan dan berhasil dikirim ke pelanggan.
Jadi, manajemen operasional adalah ilmu yang mempelajari serangkaian proses aktivitas managerial yang diperlukan dalam seleksi, design, operasi, kontrol dan memperbaharui sistem produktif, pengubahan input menjadi output yang bernilai untuk mencapai kinerja operasional perusahaan yang optimal secara efisien dan efektif, sehingga kebutuhan konsumen terpenuhi.
Aktivitas-aktivitas tersebut adalah sebagai berikut: 1. Seleksi : Suatu proses pemilihan keputusan strategis yang mana barang dan jasa yang harus dibuat atau ditingkatkan, 2. Design :Keputusan-keputusan taktis yang dilibatkan didalam menciptakan suatu metode dalam menyelesaikan suatu operasi produktif. 3. Operasi : Perencanaan keputusan keluaran jangka panjang yang diukur dari sudut pandang peramalan permintaan dan keputusan penjadwalan pekerjaan dalam jangka pendek dan penempatan para pekerja, 4. Controlling : Prosedur yang melibatkan pengambilan tindakan korektif tentang produk atau jasa yang dihasilkan, dan 5. updating : Implementasi dari revisi utama dari sistem produksi, perubahan didalam permintaan , tujuan organisasi, teknologi dan management.
(Sofjan,  2008)
B.  Tokoh – Tokoh Teknik Manajemen Operasi dan Produksi
I.     Aliran Klasik
1.    Robert Owen (1771 – 1858)
Robert Owen (lahir di Newton, Powys, Montgomeryshire, Wales, 14 Mei 1771 –meninggal 17 November 1858 pada umur 87 tahun) adalah pemikir utama sosialisme utopis, dia adalah seorang pelaku bisnis yang sukses yang menyumbangkan banyak laba dari bisnisnya demi peningkatan hidup karyawannya. Dia dianggap sebagai "Bapak" gerakan koperasi.  
Pada awal tahun 1800-an, Robert Owen memperkenalkan teori tentang manajemen personalia. Robert Owen menitikberatkan pentingnya penggunaan faktor produksi mesin dan faktor produksi tenaga kerja. Teorinya menyatakan bahwa bilamana diadakan perawatan pada mesin akan memberikan keuntungan pada perusahaan, demikian pula pada tenaga kerja bila diberikan perhatian berupa kompensasi, asuransi kesehatan, tunjangan dan lainnya oleh pimpinan perusahaan akan memberikan keuntungan pada perusahaan.
Owen meningkatkan kondisi kerja di pabrik, menaikkan usia minimum kerja bagi anak-anak, mengurangi jam kerja karyawan, menyediakan makanan bagi karyawan pabrik, mendirikan toko-toko untuk menjual keperluan hidup karyawan dengan harga layak dan berusaha memperbaiki lingkungan hidup tempat karyawan tinggal.Selanjutnya dikatakan bahwa kuantitas dan kualitas hasil pekerjaan dipengaruhi oleh situasi ekstern dan intern dari pekerjaan.
2.      Charles Babbage (1792 – 1871)
Kelahiran Babbage masih diperdebatkan, tetapi dia kemungkinan besar lahir di 44 Row Crosby, Walworth Road, London, Inggris. Sebuah plakat biru di persimpangan Larcom Street dan Jalan Walworth. Tanggal lahir diberikan dalam obituari di The Times 26 Desember 1792. Namun setelah muncul berita kematian, keponakan menulis untuk mengatakan bahwa Charles Babbage lahir satu tahun sebelumnnya.
Charles Babbage mengemukakan bahwa aplikasi prinsip-prinsip ilmiah pada proses kerja akan menaikkan produktivitas dari tenaga kerja dan menurunkan biaya, karena pekerjaan-pekerjaan dilakukan secara efektif dan efisien. Perhatiannya diarahkan dalam hal pembagian kerja (division of labour) yang memiliki beberapa keunggulan, yaitu : waktu yang diperlukan untuk belajar dari pengalaman-pengalaman yang baru, harus ada spesialisasi dalam pekerjaan (karena banyak waktu yang terbuang bila seseorang berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain dan orang tersebut harus menyesuaikan kembali pada pekerjaan barunya sehingga menghambat kemajuan dan ketrampilan pekerja), kecakapan dan keahlian seseorang bertambah karena seseorang pekerja bekerja terus-menerus dalam tugasnya, adanya perhatian pada pekerjaannya sehingga dapat meresapi alat-alatnya karena perhatiannya pada itu-itu saja.
Beliau juga tertarik pada prinsip efisiensi dalam pembagian tugas dan perkembangan prinsip-prinsip ilmiah, untuk menentukan seorang manajer harus memakai fasilitas, bahan dan tenaga kerja supaya rnendapatkan hasil yang sebaik-baiknya. Disamping itu Babbage sangat memperhatikan faktor manusia, dia menyarankan sebaiknya ada semacam sistem pembagian keuntungan antara pekerja dan pemilik pabrik, sehingga para pekerja memperoleh bagian keuntungan pabrik, apabila mereka ikut menyumbang dalam peningkatan produktivitas.
3.      Frederick Winslow Taylor (1856 - 1915)
  Frederick Winslow Taylor (lahir 20 Maret 1856 – meninggal 21 Maret 1915) adalah   seorang insinyur mekanik asal Amerika Serikat yang terkenal atas usahanya meningkatkan efesiensi industri. Ia dikenal sebagai "bapak manajemen ilmiah" dan pemimpin intelektual dari Gerakan Efesiensi.
Frederick Winslow Taylor memperkenalkan teori scientific management, teori manajemen yang menganalisis dan mensintesis alur kerja dengan tujuan meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Taylor percaya bahwa keputusan berdasarkan tradisi dan aturan-aturan praktis harus diganti dengan prosedur yang tepat, yang dikembangkan setelah mempelajari kinerja individu ditempat kerja. Taylor mengemukakan empat prinsip Scientific Management, yaitu :
a.    Menghilangkan sistem coba-coba dan menerapkan metode-metode ilmu pengetahuan di setiap unsur-unsur kegiatan.
b.    Memilih pekerjaan terbaik untuk setiap tugas tertentu, selanjutnya memberikan latihan dan pendidikan kepada pekerja.
c.    Setiap petugas harus menerapkan hasil-hasil ilmu pengetahuan di dalam menjalankan tugas
d.   Harus menjalin kerja sama yang baik antara pemimpin dengan pekerja.
Dalam menerapkan ke-empat prinsip ini, beliau menganjurkan perlunya revolusi mental di kalangan manajer dan pekerja. Adapun prinsip-prinsip dasar menurut Taylor mendekati ilmiah adalah :
a.    Adanya ilmu pengetahuan yang menggantikan cara kerja yang asal-asalan.
b.    Adanya hubungan waktu dan gerak kelompok.
c.    Adanya kerja sarna sesama pekerja, dan bukan bekerja secara individual.
d.   Bekerja untuk hasil yang maksimal.
e.    Mengembangkan seluruh karyawan hingga taraf yang setinggi-tingginya, untuk tingkat kesejahteraan maksimum para kaayawan itu sendiri dan perusahaan.
Taylor mengatakan bahwa scientific management merupakan tugas setiap manajer untuk mengetahui hal yang terbaik (best of the best) melalui penganalisaan, observasi dan percobaan-percobaan. Observasi yang dilakukannya antara lain : time and motion study, organisasi fungsional dan the taylor differential rate system.
4.      Henry Laurance Gantt (1861 - 1919)
Henry Laurence Gantt (1861-23 November 1919 di Calvert Country, Amerika) adalah seorang konsultan manajemen berlatarbelakang insinyur mekanik yang menciptakan peta Gantt (Gantt Chart) terkena. Sumbangan Henry L. Grant yang terkenal adalah sistem bonus harian dan bonus ekstra untuk para mandor. Beliau juga memperkenalkan sistem Charting yang terkenal dengan Gant Chart.
Ia menekankan pentingnya mengembangkan minat hubungan timbal balik antara manajernen dan para karyawan, yaitu kerja sarna yang harmonis. Henry beranggapan bahwa unsur manusia sangat penting sehingga menggarisbawahi pentingnya mengajarkan, mengembangkan pengertian tentang sistem pada pihak karyawan dan manajemen, serta perlunya penghargaan dalam segala masalah manajemen.  Metodenya yang terkenal adalah rnetode grafis dalam menggambarkan rencana-rencana dan memungkinkan adanya pengendalian manajerial yang lebih baik. Dengan rnenekankan pentingnya waktu maupun biaya dalam merencanakan dan rnengendalikan pekerjaan. Hal ini yang menghasilkan terciptanya Gantt Chart yang terkenal tersebut. Teknik ini pelopor teknik-teknik modern seperti PERT (Program Evaluation and Review Techique).



5.      Harrington Emerson (1853 – 1931)
Harrington Emerson Columbus (26 Maret 1864 - 15 Desember 1945) adalah ke-48 Gubernur Maryland di Amerika Serikat 1916-1920. Menjabat sebagai Pengawas Keuangan Maryland 1912-1916. Jangkanya sebagai gubernur berakhir 14 Januari 1920 dan dia kembali ke praktik hukumnya. Dia tetap aktif di politik, tetapi tidak berhasil dalam pemilihan hakim Circuit Yudisial tahun 1926 dan gagal dalam pemilihan untuk Distrik Kongres Pertama Maryland.
Prinsip pokoknya adalah tentang tujuan, dimana dari hasil penelitiannya menunjukkan kebenaran prinsip yaitu bahwa uang akan lebih berhasil bila mengetahui tujuan penggunaannya. Bukti dari pendapat Emerson yaitu adanya istilah Management by Objective (MBO). Dikemukakan 12 prinsip efisiensi untuk mengatasi pemborosan dan ketidak-efisienan, yaitu :
                                a.          Clearly defined ideals
                                b.          Common sense
                                 c.          Competent causal
                                d.          Dicipline
                                 e.          The fair deal
                                  f.          Reliable
                                g.          Give an order, planning and schedulling
                                h.          Schedule, standard working and time
                                  i.          Standard condition
                                  j.          Standard operation
                                 k.          Written standard practice instruction
                                  l.          Efficiency rewar
6.    Frank Bunker Gilbreth dan Lilian Gilbreth (1868-1924 dan 1878-1972)
Frank Bunker Gilbreth (7 Juli 1868-14 Juni 1924) adalah penganjur manajemen ilmiah dan perintis studi gerak dan waktu. Ia juga terkenal sebagai bapak dan tokoh sentral dalam novel Cheaper by the DozenLillian Moller Gilbreth, BA, MA, PhD (24 Mei 1878–2 Januari 1972) adalah salah seorang wanita ilmuwan Amerika Serikat yang pertama kali menyandang gelar doktor (Ph.D).
Suami istri ini selain rnempelajari masalah gerak dan kelelahan, juga tertarik dengan usaha membantu pekerja menampilkan potensinya secara penuh  sebagai makhluk manusia. Setiap langkah yang dapat rnenghasilkan gerak dapat mengurangi kelelahan. Mereka juga terkenal dengan tiga peran dari setiap pekerja yaitu sebagai pelaku, pelajar dan pelatihan yang senantiasa mencari kesempatan baru atau terkenal dengan konsep "three position plan of promotion". Banyak manfaat dan jasa yang diberikan oleh manajemen ilmiah, namun satu hal penting dilupakan oleh manajemen ini, yaitu kebutuhan sosial manusia dalam berkelompok, karena terlalu mengutamakan keuntungan dan kebutuhan ekonomis dan fisik perusahaan dan pekerjaan. Aliran ini melupakan kepuasan pekerjaan pekerja sebagai manusia biasa.
Perhatian Lilian Gilbreth tertuju pada aspek manusia dari kerja dan perhatian suamianya pada efisiensi yaitu usaha untuk menemukan cara satu-satunya  yang terbaik dalam melaksanakan tugas tertentu. Dalam menerapkan prinsip-prinsip manajemen ilmiah, harus memandang para pekerja dan mengerti kepribadian serta kebutuhan mereka. Ketidakpuasan di antara pekerja karena kurang adanya perhatian dari pihak manajemen terhadap pekerja.
II. Aliran Neo Klasik
1.    Hugo Munsterberg (1863 – 1916)
Hugo Münsterberg dilahirkan dalam sebuah keluarga Yahudi di Danzig (sekarang Gdansk, Polandia) di bagian sebelah timur kota pelabuhan Prusia adalah seorang Jerman-Amerika psikolog. Dia adalah salah satu pelopor dalam psikologi terapan, memperluas penelitian dan teori-teori untuk Industri/Organisasi, hukum, medis, klinis, pengaturan pendidikan dan bisnis.
Hugo merupakan pencetus psikologi industri sehingga dikenal sebagai bapak psikologi industri. Bukunya Psychology and Indutrial Efficiency, ia memberikan 3 cara untuk meningkatkan produktivitas:
a.    Menempatkan seorang pekerja terbaik (best possible person) yang paling sesuai dengan bidang pekerjaan yang akan dikerjakannya.
b.    Menciptakan kondisi kerja yang terbaik (best possible work) yang memenuhi syarat-syarat psikologis untuk memaksimalkan produktivitas.
c.    Menggunakan pengaruh psikologis (best possible effect) agar memperoleh dampak yang paling tepat dalam mendorong karyawan.
2.    Elton Mayo (1880 – 1949)
George Elton Mayo (1880-1949), ahli teori sosial dan psikolog industri, lahir pada tanggal 26 Desember 1880 di Adelaide, putra sulung dari George Gibbes Mayo, juru dan insinyur sipil kemudian, dan istrinya Maria Henrietta, Donaldson née.Terkenal dengan percobaan-percobaan Howthorne, dimana hubungan manusiawi menggambarkan manajer bertemu atau berinteraksi dengan bawahan. Bila moral dan efisiensi kerja memburuk, maka hubungan manusiawi dalam organisasi juga buruk. Hasil percobaan Howthorne menyatakan bahwa kenaikan produktivitas bukan diakibatkan oleh insentif keuangan.Rantai reaksi emosional antar pekerja berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas, perhatian khusus dan simpatik sangat berpengaruh.
Dalam pendidikan dan pelatihan bagi para manajer dirasa semakin pentingnya people management skills daripada engineering atau technicall skills, sehingga konsep dinamika kelompok dalam praktek manajemen lebih penting daripada manajemen atas dasar kemampuan perseorangan (individu). Walaupun demikian ada beberapa kelemahan temuan Mayo yang dinyatakan oleh orang-orang yang beranggapan kepuasan karyawan bersifat kompleks, karena selain ditentukan oleh lingkungan sosial, juga oleh faktor-faktor lainnya yaitu tingkat gaji, jenis pekerjaan, struktur dan kultur organisasi, hubungan karyawan manajemen dan lain-lain. Gerakan hubungan manusia terus berkembang dengan munculnya pemikiran-pemikiran lain yang juga tergolong dalam aliran perilaku yang lebih maju.
3.    William Ouchi (1981)
William G. Ouchi (lahir 1943) adalah seorang profesor Amerika dan penulis dalam bidang manajemen bisnis. Bill Ouchi lahir dan dibesarkan di Honolulu, Hawaii. Dia adalah seorang profesor sekolah bisnis Stanford selama 8 tahun dan telah menjadi anggota fakultas dari Sekolah Anderson of Management di University of California, Los Angeles selama bertahun-tahun.
William Ouchi, dalam bukunya "theory Z -How America Business Can Meet The Japanese Challen ge (1981)", memperkenalkan teori Z pada tahun 1981 untuk menggambarkan adaptasi Amerika atas perilaku Organisasi Jepang. Teori beliau didasarkan pada perbandingan manajemen dalam organisasi.
Teori Z : Bagaimana American Management Bisa Temui Tantangan Jepang dan New York Times best seller selama lebih dari lima bulan. Saat ini peringkat sebagai buku yang paling banyak memegang ketujuh dari 12 juta judul yang diselenggarakan di perpustakaan 4000 AS. Buku keduanya, Formulir Society M: Bagaimana Amerika Teamwork dapat menangkap kembali Competitive Edge, meneliti berbagai teknik menerapkan pendekatan itu.


Ouchi juga datang dengan tiga pendekatan untuk kontrol dalam manajemen organisasi:
a.      Pasar kontrol
b.      Birokrasi kontrol
c.      Clan kontrol
III.   Aliran Manajemen Modern
1.    Abraham Maslow (1908-1970)
Abraham Harold Maslow (1 April 1908 - 8 Juni 1970) adalah seorang Amerika profesor psikologi di Brandeis University, Brooklyn College, Sekolah Baru untuk Penelitian Sosial dan Columbia University yang menciptakan hierarki kebutuhan Maslow. Beliau seorang psikolog humanistis, dari USA memperkenalkan teori aktualisasi diri dengan menandaskan bahwa tujuan utama psikoterapi adalah membangun integritas seseorang.
Mengemukakan adanya hierarki kebutuhan dalam penjelasannya tentang perilaku manusia dan dinamika proses motivasi. Tingkatan Kebutuhan manusia menurut Maslow sebagai berikut :
a. Kebutuhan Fisologis, hampir semua kebutuhan dasar manusia kebutuhan akan pemelioharaan biologis, makan, minum dan kesejahteraan fisik.
b. Kebutuhan Keamanan, kebutuhan akan perlidungan dan kepastian dalam kehidupan sehari-hari.
c. Kebutuhan Sosial, kebutuhan akan kasih sayang, rasa memiliki dalam hubungan dengan orang lain.
d. Kebutuhan Harga Diri secara Penuh, kebutuhan akan harga diri dimata orang lain, penghormatan, prestise, harga diri, kemampuan diri dan dianggap ahli.
e. Kebutuhan Aktualisasi Diri, tingkat kebutuhan yang paling tinggi, kebutuhan akan self fulfilment berkembang dan menggunakan kemampuannya.
2. Robert Blak dan Jane Mouton (1930 – 1987)
Blake lahir pada tahun 1918 dan belajar psikologi di Berea College, University of Virginia, di mana ia mengambil MA pada tahun 1941, kemudian di University of Texas di Austin, di mana ia mengambil gelar Ph.D. pada tahun 1947. Dia tinggal di University of Texas sebagai profesor hingga tahun 1964, menerima LL.D pada tahun 1992.
Jane Mouton belajar matematika murni dan fisika di University of Texas dan diterima MA dalam psikologi dari Florida State University pada tahun 1951 dan Ph.D. dari University of Texas pada tahun 1957. Blake dan Mouton mengembangkan konsep Grid manajerial saat bekerja bersama-sama di University of Texas dan ide-ide mereka diuji dan dikembangkan melalui pelaksanaan program pengembangan organisasi di perusahaan minyak Amerika Exxon.
Robert R. Blake Dan Jane Srygley Mouton bekerja bersama di departemen psikologi dari University of Texas selama tahun 1950-an dan 1960-an. Mereka dikenal terutama untuk pengembangan dari "Grid manajerial" sebagai kerangka kerja untuk  memahami perilaku manajerial. Mengemukakan lima gaya kepemimpinan dengan kisi-kisi manajerial (managerial grid).
Blake dan Mouton mengidentifikasi dua driver fundamental dari perilaku manajerial sebagai kepedulian untuk mendapatkan pekerjaan, dan kepedulian terhadap orang yang melakukan pekerjaan. Mereka berpendapat bahwa, di satu sisi, perhatian eksklusif untuk produksi dengan mengorbankan kebutuhan mereka yang terlibat dalam produksi menyebabkan ketidakpuasan dan konflik, sehingga dapat mempengaruhi kinerja, tetapi bahwa, di sisi lain kekhawatiran yang berlebihan untuk menghindari konflik dan memelihara hubungan baik juga merugikan pencapaian tujuan dan sasaran.
3.Fred Feidler (1967)
Fred Fiedler Edward (lahir 1922) adalah salah satu peneliti terkemuka di bidang psikologi Industri dan organisasi abad ke-20. Dia adalah bisnis dan manajemen psikolog di University of Washington .Dia menerapkan pendekatan kontingensi pada studi kepemimpinan.
4.    Rensis Likert (1903–1981)
Rensis Likert  (5 Agustus 1903-3 September 1981) adalah seorang pendidik Amerika dan psikolog organisasi paling dikenal untuk penelitian tentang manajemen gaya. Dia mengembangkan nya Skala Likert dan model yang menghubungkan pin.
Pada tahun 1960-an Likert mengembangkan empat sistem manajemen yang menggambarkan hubungan, keterlibatan, dan peran antara manajemen dan bawahan dalam pengaturan industri, antara lain : sistem (1) explotatif otoritatif, sistem (2) kebajikan otoritatif, sistem (3) konsultatif dan sistem (4) Partisipatif kelomPOK.
(Firmanila, 2012)

C.  Tantangan Masa Depan Bagi Bidang Manajemen Operasi Dan Produksi
Manajemen operasi merupakan ilmu yang menarik untuk dipelajari karena dihadapkan pada kondisi yang selalu berubah. Kedinamisan ini terjadi karena adanya berbagai macam tekanan dari globalisasi perdagangan dunia, juga perpindahan ide, produk dan uang dengan kecepatan yang sangat tinggi. Panduan yang sekarang diambil oleh manajemen operasi-di mana dulu berada dan hendak menuju kemana.
Maka proses manajemen operasional harus konsisten dengan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan serta pengawasan kegiatan operasional. Berkaitan dengan hal tersebut, maka akan diperkenalkan beberapa tantangan dinamis yang ditunjukkan dalam tabel berikut.
Dahulu
Penyebab
Masa depan
Fokus lokal atau nasional
Biaya rendah, komunikasi global yang andal dan jaringan transportasi
Fokus global
Jumlah pengiriman yang besar
Siklus produk yang singkat dan perlunya modal memberikan tekanan untuk mengurangi persediaan
Pengiriman yang just in time
Pembelian dengan penawaran yang terendah
Penekanan kualitas, membutuhkan pemasok yang terlibat dalam peningkatan produk.
Kemitraan rantai pasokan, perencanaan sumberdaya perusahaan, e-commerce
Pengembangan produk yang lama
Siklus hidup yang lebih pendek, internet, komunikasi internasional yang cepat, desain dengan bantuan komputer dan kerja sama internasional
Pengembangan produk yang cepat, aliansi, desain yang bekerja sama.
Produk yang distandarisasi
Pasar global yang berlimpah, bertambahnya proses produksi yang fleksbel
Customisation massal dengan penekanan pada mutu
Spesialisasi pekerjaan
Berubahnya sosial budaya pergaulan, meningkatnya masyarakat yang syarat informasi dan pengetahuan
Pemberdayaan pekerjaan, tim dan perampingan produksi
Fokus pada biaya rendah
Permasalahan lingkungan, ISO 14000, meningkatnya biaya pembuangan limbah
Produksi yang peka terhadap lingkungan, ramah lingkungan, bahan yang dapat didaur ulang, manufaktur kembali

(Prasetya H, Fitri Lukiastuti, 2009)

D.  Ruang Lingkup Manajenem Operasi dan Produksi
Ruang lingkup manajemen produksi dan operasi akan mencakup perencanaan atau penyiapan sistem produksi dan operasi, pengendalian dari sistem produksi dan operasi, serta sistem informasi produksi. Peranan perencanaan dan pengendalian produksi adalah semata-mata dimaksudkan untuk mengkoordinasikan kegiatan bagian langsung atau tidak langsung dalam berproduksi, sehingga perusahaan itu betul-betul dapat menghasilkan barang-barang atau jasa dengan efektif dan efisien serta memenuhi sasaran-sasaran lainnya. 

 
·      Perencanaan Sistem Produksi
Proses untuk merencanakan system produksi sehingga permintaan pasar dapat dipenuhidengan jumlah yang tepat, waktu penyerahan yang tepat dan biaya produksi minimum.
a.    Perencanaan Produk
Kegiatan produksi dan operasi harus dapat menghasilkan produk, berupa barang atau jasa, secara efektif dan efisien, serta dengan mutu atau kualitas yang baik.
b.   Perencanaan Lokasi Pabrik
Kelancaran produksi dan operasi perusahaan sangat dipengaruhi oleh kelancaran mendapatkan sumber-sumber bahan dan masukan (inputs), serta ditentukan pula oleh kelancaran dan biaya penyampaian atau supply produk yang dihasilkan berupa barang jadi atau jasa ke pasar.
c.    Perencanaan Fasilitas Produksi
Secara garis besar tujuan utama dari tata letak pabrik ialah mengatur area kerja dan segala fasilitas produksi yang paling ekonomis untuk produksi aman, dan nyaman; Dalam merencanakan tata letak suatu pabrik perlu mempertimbangkan semua proses dan prosedur yang kan dijalani pabrik, kuantitas dan kualitas yang diperlukan dan setiap jenis perubahan, jenis, mutu atau permintaan produk di masa mendatang.
Menurut Subagyo (2000), tata letak (layout)  pabrik  adalah cara penempatan fasilitas-fasilitas yang digunakan di dalam pabrik.
Fasilitas itu misalnya : mesin, alat produksi, alat pengangkutan barang, tempat pembuangan sampah dan lain-lain. Letak dari fasilitas-fasilitas itu harus diatur sedemikian rupa sehingga proses produksi dapat berjalan sedemiakian rupa dengan lancar dan efisien. Sedang menurut Assauri (2008), layout yang baik dapat diartikan sebagia penyusunan yang teratur dan efisien semua fasilitas pabrik dan buruh (personel) yang ada di dalam pabrik.
d.   Perencanaan Lingkungan Kerja
Untuk memperoleh kinerja yang optimal dari karyawan maka perlu diperhatikan kebutuhan dari karyawan tersebut. Maka dari itu perlu dilakukan perencanaan lingkungan kerja yang baik sehingga karyawan dapat bekerja dengan baik dan menghasilkan kinerja  yang baik bagi perusahaan karena produktivitas dan mutu kerja karyawan dipengaruhi faktor-faktor yang terkait dengan lingkungan kerja.
Perencanaan Lingkungan kerja seperti memperlakukan karyawan secara baik dengan memberikan gaji yang layak , atau tidak memperkerjakan karyawan secara overtime atau juga dapat dengan memberikan beberapa fasilitas di dalam perusahaan yang dapat di manfaaat kan oleh karyawan seperti mushola,toilet kantin.
e.    Perencanaan Standart Produksi
Salah satu faktor yang terpenting dalam menunjang keberhasilan perusahaan adalah penggunaan standar produksi dalam suatu perusahaan, dengan adanya standar produksi maka pelaksanaan proses produksi pada sebuah perusahaan akan berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang telah direncanakan oleh perusahaan, Standar produksi umumnya digunakan oleh perusahaan yaitu untuk menetapkan kualitas produksi.
·      Sistem Pengendalian Produksi
Pengendalian  dan pengawasan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menjamin agar kegiatan produksi dan operasi yang dilaksanakan sesuai dengan apa yang telah direncanakan, dan apabila terjadi penyimpangan, maka dapat dievaluasi sehingga apa yang diharapkan dapat tercapai.
a.    Pengendalian Produksi
Pengendalian produksi adalah aktivitas yang menetapkan kemampuan sumber-sumber yang digunakan dalam memenuhi rencana, kemampuan produksi berjalan sesuai rencana, melakukan perbaikan rencana. Tujuan utamanya adalah memaksimumkan pelayanan bagi konsumen, meminimumkan investasi pada persediaan, perencanaan kapasitas, pengesahan produksi dan pengesahan pengendalian produksi, persediaan dan kapasitas, penyimpanan dan pergerakan material, peralatan, routing dan proses planning, dan sebagainya.menetapkan produk yang diproduksi, jumlah yang dibutuhkan, kapan produk tersebut harus selesai dan sumber-sumber yang dibutuhkan
b.    Pengendalian Bahan Baku
Persediaan dalam sebuah perusahaan merupakan suatu hal yang sangat penting. Persediaan memilki berbagai fungsi karena jika perusahaan mengalami kekurangan barang persediaan, maka akan berakibat pada hal-hal sepeti tertundanya proses produksi, penjualan sehingga akan menghambat dalam perolehan laba atau pendapatan.
c.    Pengendalian Tenaga Kerja
Pelaksanaan pengoperasian sistem produksi dan operasi ditentukan oleh kemampuasn dan keterampilan para tenaga kerja atau sumber daya manusianya.
d.   Pengendalian Biaya
Perusahaan harus mampu untuk memanjemen dan mengawasi system keuanganya yang dikeluarkan selama proses produksi agar biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan bisnis dapat digunakan secara efektif dan efisien.
e.    Pengendalian Kualitas atau Mutu
Pengembangan sistem untuk memastikan bahwa produk dan jasa dirancang dan diproduksi  telah mampu untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dengan standart yang di miliki perusahaan
f.     Pemeliharaan
Mesin dan peralatan yang digunakan dalam proses produksi dan operasi harus selalu terjamin tetap tersedia untuk dapat digunakan, sehingga dibutuhkan adanya kegiatan pemeliharaan atau perawatan.
·      Sistem Informasi Produksi
Sistem yang di gunakan untuk mendukung fungsi produksi, yang mencakup seluruh kegiatan yang terkait dengan perencanaan dan pengendalian proses untuk memproduksi barang atas jasa.
a.    Struktur Organisasi
Salah satu perangkat yang paling penting dari sistem informasi adalah manusia sebagai pengelola informasi. Oleh karena itu hubungan antara sistem informasi dengan pengelolanya sangat erat. Sistem informasi yang dibutuhkan sangat tergantung dari kebutuhan pengelolanya. Oleh karena itu bentuk atau jenis sistem informasi yang diperlukan sesuai dengan level manajemennya.
-     Manajemen Level Atas: untuk perencanaan strategis, kebijakan dan pengambilan keputusan.
-     Manejemen Level Menengah: untuk perencanaan taktis dan pengambilan keputusan.
-     Manejemen Level Bawah: untuk perencanan dan pengawasan operasi dan pengambilan keputusan.
-     Operator: untuk pemrosesan transaksi dan merespon permintaan.
b.    Strategi Berdasarkan Pesanan
Sistem informasi produksi atas dasar pesanan merupakan suatu strategi yang reaktif, Perusahaan yang berproduksi berdasarkan pesanan melaksanakan pengolahan produknya atas dasar pesanan yang diterima dari pihak luar. Perusahaan ini mengumpulkan biaya produksi dengan menggunakan harga pokok pesanan.
c.    Produksi untuk Persediaan
Sistem informasi produksi untuk persediaan adalah suatu strategi material proaktif yaitu mengidentifikasikan material, jumlah dan tanggal yang dibutuhkan. Sistem informasi produksi untuk persediaan memiliki 4 ( empat ) komponen yakni : a) Sistem penjadwalan produksi, b) Sistem material requirement planning, c) Sistem capacity requrement planning dan d) Sistem pelepasan pesanan.
Manfaat sistem informasi produksi untuk persediaan adalah :
1.    Perusahaan dapat mengelola materialnya secara lebih efisien
2.    Perusahaan dapat menghindari kehabisan persediaan barang
3.    Perusahaan mengetahui kebutuhan material dimasa depan
4.    Pembeli dapat merundingkan perjanjian pembeli dengan   pemasok
Ketiga aspek dan komponen-komponennya tersebut agar dapat berjalan dengan baik perlu Proses Manajemen (POACC) yaitu:
1.    Planning yaitu merupakan kegiatan yang berkaitan dengan pemilihan alternatif-alternatif, kebijaksanaan- kebijaksanaan, prosedur-rosedur, dan program-program sebagai bentuk usaha untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai.
2.    Organizing merupakan suatu tindakan atau kegiatan menggabungkan seluruh potensi yang ada dari seluruh bagian dalam suatu kelompok orang atau badan atau organisasi untuk bekerja secara bersama-sama guna mencapai tujuan yang telah ditentukan bersama.
3.    Actuating merupakan implementasi dari perencanaan dan pengorganisasian, dimana seluruh komponen yang berada dalam satu sistem dan satu organisasi tersebut bekerja secara bersama-sama sesuai dengan bidang masing-masing untuk dapat mewujudkan tujuan.
4.    Coordinating dalam operasionalnya mengerjakan unit- unit, orang-orang,lalu lintas informasi, dan pengawasan seefektif mungkin, semuanya harus seimbang dengan tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
5.    Controlling merupakan pengendalian semua kegiatan dari proses perencanaan, pengorganisasian dan pelaksanaan, apakah semua kegiatan tersebut memberikan hasil yang efektif dan efisien serta bernilai guna dan berhasil guna.
(Prasetya H, 2009)
E.  Peranan Manajer Operasi dan Produksi
Kegiatan manajemen operasi memerlukan pengetahuan yang luas yang mencakup berbagai fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian. Maka dari itu manajemen operasi itu sendiri harus diperlukan seorang manajer yang mengatur kegiatan tersebut secara efektif dan efisien. Dan manajer operasi dituntut juga harus menghasilkan sebuah produk. 
Zulian Yamit (2003) menyatakan bahwa peranan manajer operasi adalah sebagai berikut:
1.  Menentukan dan mengatur letak gudang persediaan dan mesin yang efisien agar tidak menyita waktu dalam pergerakan.
2.  Melakukan pemeliharaan agar menjamin keandalan dan kontinuitas operasi.
3.  Mengurangi bagian produk yang rusak atau memperbaiki proses produksi untuk menghasilkan produk yang berkualitas dengan biaya yang rendah.
4.  Menentukan komponen yang akan dibuat atau dibeli dari suplier.
5.  Menentukan atau memperbaiki skedul kerja.
6.  Mengevaluasi biaya tenaga kerja jika ada penambahan jam kerja.
7.  Memperbaiki sistem informasi produk dengan para suplier.
8.  Memperbaiki manajemen persediaan.
9.  Memperbaiki produktivitas.
10.  Mengurangi jika memungkinkan menghapuskan pemborosan.
11.  Memperpendek waktu persiapan untuk mengurangi waktu proses, dan sebagainya.
Dari banyaknya peranan manajer operasi, maka peranan manajer operasi itu sangatlah penting dalam kegiatan manajemen operasi untuk menghasilkan barang atau jasa.

(Yamit, 2003)

F.   Proses Produksi
Proses produksi adalah cara atau metode untuk menciptakan atau menambah guna suatu barang atau jasa dengan memanfaatkan sumber yang ada.

·       Jenis proses produksi menurut wujud proses produksi :
1.    Proses kimia adalah proses produksi yang menggunakan sifat kimia
2.    Proses perubahan bentuk adalah proses produksi dengan merubah bentuk
3.    Proses asembling adalah proses produksi menggabungkan komponen-komponen menjadi produk akhir.
4.    Proses transportasi adalah proses produksi menciptakan perpindahan barang
5.    Proses penciptaan jasa-jasa administrasi adalah proses produksi berupa penyiapan data informasi yang di perlukan.
·       Jenis proses produksi ditinjau dari segi arus proses produksi :
1.    Proses Produksi Terus-menerus (Continuous Processes)
Proses produksi terus-menerus adalah proses produksi yang mempunyai pola atau urutan yang selalu sama dalam pelaksanaan proses produksi di dalam perusahaan.
Ciri-ciri :
a.    Produksi dalam jumlah besar, variasi produk sangat kecil dan sudah distandarisir.
b.   Menggunakan product lay out atau departmentation by product.
c.    Mesin bersifat khusus.
d.   Operator tidak mempunyai keahlian yang tinggi.
e.    Salah satu mesin/ peralatan rusak atau terhenti, seluruh proses produksi terhenti.
f.    Tenaga kerja sedikit.
g.   Persediaan bahan mentah dan bahan dalam proses kecil.
h.   Dibutuhkan maintenance specialist yang berpengetahuan dan pengalaman yang banyak.
Kebaikan:
a.    Biaya per unit rendah bila produk dalam volume yang besar dan distandardisir.
b.   Pemborosan dapat diperkecil karena menggunakan tenaga mesin.
c.    Biaya tenaga kerja rendah.
d.   Biaya pemindahan bahan di pabrik rendah karena jaraknya lebih pendek.
Kekurangan:
a.    Terdapat kesulitan dalam perubahan produk.
b.   Proses produksi mudah terhenti yang menyebabkan kemacetan seluruh proses produksi.
c.    Terdapat kesulitan menghadapi perubahan tingkat permintaan.
2.    Proses Produksi Terputus-putus (Intermitten Processes)
Proses produksi terputus-putus adalah suatu proses produksi dimana arus proses yang ada dalam perusahaan tidak selalu sama.
Ciri-ciri:
a.    Produk yang dihasilkan dalam jumlah kecil, variasi sangat besar.
b.   Menggunakan mesin-mesin bersifat umum dan kurang otomatis.
c.    Operator mempunyai keahlian yang tinggi.
d.   Proses produksi tidak mudah terhenti walaupun terjadi kerusakan di salah satu mesin.
e.    Menimbulkan pengawasan yang lebih sukar.
f.    Persediaan bahan mentah tinggi.
g.   Membutuhkan tempat yang besar.
Kelebihan:
Fleksibilitas yang tinggi dalam menghadapi perubahan produk yang berhubungan dengan mesin bersifat umum yaitu system pemindahan menggunakan tenaga manusia, diperoleh penghematan uang dalam investasi mesin yang bersifat umum dan proses produksi tidak mudah terhenti, walaupun ada kerusakan di salah satu mesin.
Kekurangan:
a.    Dibutuhkan scheduling dan routing yang banyak karena produk berbeda tergantung pemesanan.
b.   Pengawasan produksi sangat sukar dilakukan.
c.    Persediaan bahan mentah dan bahan dalam proses cukup besar.
d.   Biaya tenaga kerja dan pemindahan bahan sangat tinggi, karena menggunakan banyak tenaga kerja dan mempunyai tenaga ahli.
3.    Proses Produksi Campuran
Proses produksi ini merupakan penggabungan dari proses produksi terus- menerus dan terputus-putus. Penggabungan ini digunakan berdasarkan kenyataan bahwa setiap perusahaan berusaha untuk memanfaatkan kapasitas secara penuh.
·       Jenis proses produksi ditinjau dari segi keutamaan proses produksi :
Pada umumnya manajemen perusahaan akan mengadakan pemisahan jenis proses produksi dalam perusahaan atas dasar keutamaan proses produksi dalam perusahaan yang bersangkutan yaitu proses produksi utama dan proses produksi bukan utama.
1. Adapun proses produksi utama meliputi:
a.       Proses produksi terus-menerus merupakan  proses produksi yang  mempunyai pola atau urutan yang selalu sama dalam pelaksanaan proses produksi di dalam perusahaan.
b.      Proses produksi terputus-putus ialah  suatu proses produksi dimana arus proses yang ada dalam perusahaan tidak selalu sama.
c.       Proses produksi proses yaitu suatu proses produksi yang terjadi saat produksi itu terjadi.
d.      Proses produksi proses yang sama merupakan sebuah proses produksi yang dilakukan secara bersamaan dalam sebuah perusahaan.
e.       Proses produksi proyek khusus merupakan suatu proses  produksi yang dilakukan perusahaan dalam sebuah proyek tertentu yang sedang ditangani oleh perusahaan tersebut. 
f.       Proses produksi industri berat merupakan proses produksi yang dilakukan oleh sebuah industri yang menggunakan tenaga mesin-mesin besar dalam proses produksi seperti pabrik baja dan pabrik besi.
2.    Proses produksi bukan utama meliputi:
a.     Penelitian yaitu metode produksi yang dilakukan melalui sebuah pencarian sumber pengetahuan terlebih dahulu sebelum melakukan produksi.
b.    Model ialah proses produksi untuk memberikan gambaran produksi yang dilakukan oleh perusahaan.
c.     Prototipe yaitu bentuk awal produksi atau standar dari entitas yang memiliki perbedaan yang unik namun belum tentu berbentuk fisik.
d.    Percobaan merupakan proses produksi awal sebagai permulaan  dalam pembentukan produk, biasanya dalam uji coba produk baru.
e.     Demonstrasi ialah pola produksi yang dilakukan untuk memaparkan hasil dari produksi sebuah perusahaan yang telah terjadi.
3.    Jenis proses produksi ditinjau dari segi penyelesaian proses produksi
Tujuan pemisahan proses produksi menurut segi penyelesaian proses ini pada umumnya untuk mengadakan pengendalian kualitas dari proses produksi di dalam perusahaan yang bersangkutan. Pada umumnya dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
-     Proses Produksi Tipe A
Proses produksi ini merupakan suatu tipe dari proses produksi dimana dalam setiap tahap proses produksi yang dilaksanakan dalam perusahaan dapat diperiksa secara mudah. Dengan demikian pengendalian proses dapat dilaksanakan pada setiap tahap proses, sesuai dengan yang dikehendaki oleh manajemen perusahaan yang bersangkutan.
-     Proses Produksi Tipe B
Proses produksi tipe ini merupakan suatu proses produksi dimana di dalam penyelesaian proses produksi dalam perusahaan yang bersangkutan akan terdapat beberapa ketergantungan dari masing-masing tahap proses produksi, pemeriksaan hanya dapat dilaksanakan pada beberapa tahap tertentu saja. Dengan demikian pengendalian proses produksi yang dilaksanakan dalam perusahaan akan terbatas kepada beberapa tahap proses yang dapat diperiksa secara mudah.
-     Proses Produksi Tipe C
Perusahaan yang penyelesaian produksinya termasuk di dalam kategori proses produksi tipe C ini adalah perusahaan yang melaksanakan proses penggabungan atau pemasangan (assembling). Pelaksana proses produksi dalam perusahaan tersebut dilakukan dengan pemasangan atau penggabungan komponen-komponen produk.
-     Proses Produksi Tipe D
Proses produksi tipe ini merupakan proses produksi yang dilaksanakan dalam perusahaan dengan menggunakan mesin dan peralatan produksi otomatis. Mesin dan peralatan produksi yang dipergunakan dalam perusahaan tersebut dilengkapi dengan beberapa peralatan khusus untuk melaksanakan pengendalian proses produksi dalam perusahaan yang bersangkutan.
-     Proses Produksi Tipe E
Proses produksi ini merupakan proses produksi dari perusahaan-perusahaan dagang dan jasa. Pelaksanaan proses produksi yang agak berbeda dengan perusahaan-perusahaan semacam ini menjadi agak berbeda dengan beberapa perusahaan yang melaksanakan processing dalam proses produksi yang dilaksanakan dalam perusahaan yang bersangkutan.
(Subagyo,2000)




DAFTAR PUSTAKA

Anonymous.2014.Pengantar Manajemen Operasi.Online.
Anonymous.2014.Pengantar Manajemen Operasi.Online.
Apple, James M. 1990. Tataletak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Bandung : Penerbit ITB.
Firmanila, Fira.2012.Tokoh-tokoh Manajemen Operasi dan Produksi.(online). http://catatanfhiera.blogspot.com/2012/03/profile-tokoh-tokoh-manajemen.html. Diakses 19 Februari 2014
Musdalifah.2014.Manajemen Operasional.online.http://www.slideshare.net/musdalifah/ringkasan-pengajaran-manajemen-operasional.Diakses 22 Februari 2014
Pangestu Subagyo,2000. ManajemenOperasi.BPFE. Yogyakarta
Prasetya H, Fitri Lukiastuti. 2009. Manajemen Operasi. Yogyakarta: Penerbit MedPress
Sofjan Assauri. 2008. Manajemen Produksi dan Operasi. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta
Yamit, Zulian. (2003). Manajemen Produksi dan Operasi. Second edition. EkonosiaFakultas Ekonomi UII, Yogyakarta



0 komentar:

Posting Komentar